Menyelami Jurnalisme Berkualitas di Balik Layar Kompas

Sumber gambar: potret pribadi

Kunjungan ke kantor Kompas menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan penuh wawasan tentang bagaimana media besar ini bekerja menjaga kualitas jurnalisme. Berdiri sejak 28 Juni 1965, Kompas tetap setia menemani pembaca selama puluhan tahun dengan menyajikan berita yang tidak hanya cepat tetapi juga akurat. Hingga kini, mereka masih menerbitkan edisi cetak dengan tebal mencapai 60 halaman setiap harinya, lengkap dengan versi digital berupa e-paper yang mudah diakses.

Selama sesi kunjungan dan diskusi, kami diajak mengenal empat fungsi utama media yang terus dijalankan Kompas secara optimal: menyampaikan informasi, mengedukasi, menghibur, dan sesekali memantik kontroversi sehat. Nilai-nilai inilah yang menjadi dasar setiap berita yang mereka sajikan. Perwakilan redaksi bahkan menegaskan bahwa Kompas tidak pernah menerbitkan berita bohong ataupun clickbait, karena hal-hal tersebut dianggap bukan bagian dari jurnalisme yang sebenarnya. “Kami lebih memilih kualitas daripada sekadar mengejar klik,” ujar salah satu staf redaksi.

Dalam memilih narasumber untuk setiap berita, Kompas selalu memastikan narasumber yang dipilih memiliki kredibilitas yang tinggi dan kompetensi sesuai bidangnya. Prinsip ini dilakukan untuk menjaga keakuratan informasi yang disajikan kepada pembaca.

Kami juga berkesempatan melihat langsung ruangan redaksi Kompas yang menjadi pusat produksi berita harian. Suasana ruangannya begitu dinamis, dengan tim redaksi yang terbagi sesuai desk liputan seperti politik, ekonomi, internasional, hingga gaya hidup. Setiap meja dipenuhi dengan layar monitor, catatan, dan peralatan pendukung kerja jurnalistik. Di ruangan inilah berita-berita yang terverifikasi diproses secara teliti sebelum akhirnya didistribusikan melalui berbagai kanal, mulai dari koran cetak, e-paper, hingga platform digital dan media sosial. Koordinasi antarbagian berlangsung cepat namun teratur, menandakan betapa pentingnya kerja kolaboratif dalam menjaga ritme dan kualitas pemberitaan.

(Ruangan Redaksi)
sumber gambar: potret pribadi
(Ruangan Distribusi)
Sumber gambar: potret pribadi

Selain sebagai surat kabar, Kompas juga telah melebarkan sayap bisnisnya ke berbagai bidang. Mereka menerbitkan buku-buku, salah satunya berjudul Filosofi Kompas, menggelar berbagai event olahraga seperti lari maraton, hingga membuka akun Gerai Kompas di Instagram yang menjual berbagai merchandise menarik. Bahkan ada program relawan bernama VolunteerKompasMuda, yang memberi ruang bagi anak muda untuk belajar lebih dekat tentang media dan berkontribusi di dalamnya.

Dari kunjungan ini, kami belajar bahwa jurnalisme yang baik bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang tanggung jawab moral untuk menyajikan kebenaran. Kompas membuktikan bahwa idealisme dan profesionalisme masih menjadi napas utama media di tengah derasnya arus informasi saat ini.